SINJAI, uiad.ac.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (HIMKOPIS) bersama mahasiswa baru KPI UIAD Sinjai mengadakan kegiatan Lintas Budaya di Kawasan Adat Kajang Amma Toa, Sabtu (30/11/2025). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pelestarian lingkungan.
BPH HIMKOPIS dan alumni mengikuti kegiatan dengan antusias, mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk penghormatan terhadap adat Kajang yang menjunjung kesederhanaan dan hubungan harmonis dengan alam.
Ketua Umum HIMKOPIS, Arman Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan kearifan lokal, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan. “Masyarakat Kajang memberi contoh bagaimana manusia harus hidup selaras dengan alam. Kami ingin mahasiswa memahami hubungan itu,” ujarnya.
Masyarakat Adat Kajang dikenal dengan prinsip (kesederhanaan) serta aturan adat yang menjaga kelestarian hutan. Dalam kunjungan ini, mahasiswa belajar tentang pengelolaan hutan adat, rumah tradisional berbahan alami, dan pola hidup masyarakat yang dekat dengan alam.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi atas maraknya kerusakan hutan di Indonesia, khususnya di Sumatra. Pembalakan liar, alih fungsi lahan, dan kebakaran hutan terus memberi dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. Nilai-nilai masyarakat Kajang dinilai relevan sebagai contoh pengelolaan hutan yang bijak.
“Kerusakan hutan di Sumatra menjadi peringatan bagi kita semua. Mahasiswa perlu memahami isu ini dan menyebarkan pesan pelestarian lingkungan,” ujar salah satu panitia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI diharapkan dapat menjadi agen edukasi lingkungan melalui media komunikasi. Kegiatan ditutup dengan diskusi reflektif dan dokumentasi bersama sebagai komitmen HIMKOPIS untuk terus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.








