Milad ke-36 UIAD Sinjai, Rektor Tegaskan Transformasi sebagai Identitas dan Ajak Wujudkan Kampus Global


SINJAI, uiad.ac.id
— Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai sukses menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Milad ke-36 yang berlangsung khidmat di Auditorium H.M. Amir Said UIAD, Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan UIAD sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Rapat senat dibuka secara resmi oleh Ketua Senat yang juga Rektor UIAD Sinjai, Dr. Suriati, M.Sos.I.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai turut memberikan dukungan yang diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Setdakab Sinjai, Andi Ariany Djalil. Turut hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. A. Qadir Gassing, yang memberikan motivasi kepada civitas akademika UIAD.

Dalam pidatonya, Rektor UIAD menegaskan bahwa milad bukan sekadar peringatan bertambahnya usia, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan arah dan komitmen institusi ke depan.

“Milad adalah panggilan kesadaran untuk melihat kembali perjalanan, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah yang kita tempuh memiliki arah yang jelas dan bermakna,” ujarnya.

Rektor juga mengulas perjalanan panjang UIAD yang dimulai sejak 1974 sebagai Fakultas Tarbiyah cabang Universitas Muhammadiyah Makassar di Sinjai. Lembaga ini kemudian bertransformasi menjadi STIT, STAIM, IAIM, hingga resmi menjadi universitas pada 2022.

Menurutnya, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa transformasi telah menjadi identitas UIAD yang tidak terpisahkan dari sejarah dan perkembangannya.

“Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi identitas UIAD dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Rektor juga memaparkan capaian signifikan UIAD dalam dua tahun terakhir. UIAD berhasil menempati peringkat ke-20 dari 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebagai kampus terakreditasi unggul. Bahkan, dari 873 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, UIAD menjadi satu-satunya yang meraih akreditasi unggul.

Selain itu, empat dari sebelas program studi strata satu telah terakreditasi unggul, sementara lainnya terakreditasi baik sekali. UIAD juga memiliki empat program magister serta didukung oleh 91 dosen tetap, dengan lebih dari 40 persen bergelar doktor dan mayoritas telah tersertifikasi.

Capaian lain juga terlihat dari meningkatnya kiprah internasional, baik dosen maupun mahasiswa melalui forum ilmiah, pengabdian masyarakat, hingga program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional.

Rektor menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Menghadapi tantangan globalisasi pendidikan tinggi, ia mengajak seluruh elemen kampus untuk memperkuat sinergi dan meninggalkan ego sektoral.

“Kampus global bukan hanya tentang pengakuan internasional, tetapi tentang kualitas yang diakui dunia, kontribusi nyata bagi umat, serta identitas keislaman yang tetap kokoh,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Rektor menegaskan bahwa capaian sebagai kampus unggul bukanlah akhir, melainkan awal dari lompatan yang lebih besar menuju masa depan.

“UIAD adalah gerakan, UIAD adalah perjuangan, dan UIAD adalah masa depan,” pungkasnya.

Leave a Reply