SINJAI, uiad.ac.id — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai menggelar Seminar Nasional secara virtual dengan mengusung tema “Humanis & Digital: Arah Baru Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045” pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIAD, Dr. Takdir, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi gagasan dalam forum ilmiah tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan di era digital membutuhkan keseimbangan antara nilai-nilai kemanusiaan dan pemanfaatan teknologi yang bijak.
“Seminar ini menjadi ruang refleksi bersama dalam merespons tantangan pendidikan di era digital, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar pendidikan dari berbagai perguruan tinggi ternama, yakni Talqis Nurdianto, Lc., M.A., Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Zalik Nuryana, M.Pd.I., Ph.D. (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta), Prof. Dr. H. Muhammad Farkhan, M.Pd. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. Andi Kaharuddin, M.Pd. (Universitas Lakidende Kendari), serta Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Dalam pemaparannya, Talqis Nurdianto mengangkat tema tentang “Benang Kusut: Krisis Pedagogis dan Disrupsi Kurikulum di Era Kecerdasan Buatan.” Ia menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan terhadap sistem pendidikan, khususnya dalam desain kurikulum dan pendekatan pembelajaran.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar pada penggunaan teknologi, melainkan pada kesiapan pedagogis pendidik dalam mengintegrasikan AI tanpa menghilangkan nilai-nilai humanis dalam proses pembelajaran. “Krisis pedagogis terjadi ketika teknologi melaju cepat, sementara paradigma dan kompetensi pendidik belum sepenuhnya bertransformasi,” jelasnya.
Para narasumber lainnya turut memperkaya diskusi dengan berbagai perspektif mengenai transformasi pendidikan, inovasi pembelajaran digital, serta pentingnya penguatan karakter dan literasi digital dalam membangun generasi emas Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa yang mencapai ratusan peserta.











